PHDI Banten

Perayaan Karya Pujawali ke-60 dan Numpuk Pedagingan Pura Agung Kertajaya Tangerang

Tumpek Klurut merupakan hari suci umat Hindu untuk memuliakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewa Iswara atau Kawiswara dimana beliau yang menguasai bunyi-bunyian atau suara yang bertujuan untuk memuja Sang Pencipta. Tumpek Klurut merupakan hari yang special bagi umat Hindu sebagai hari kasih sayang atau cinta kasih. Bagi umat Hindu di kota Tangerang, Tumpek Krulut bermakna special karena setiap Tumpek Krulut dilangsungkan upacara Pujawali Pura Kertajaya. Lebih spesial lagi karena pada Karya Pujawali ke-60 yang jatuh pada hari Sabtu, tanggal 16 September 2023 juga dilaksanakan Karya Numpuk Pedagingan sehubungan dengan telah diselesaikannya renovasi pada tiga bangunan utama Pura atau Tri Lingga Pura, yaitu Padmasana, Taman Sari dan Anglurah.

Karya Numpuk Pedagingan ini bertujuan untuk menambah kekuatan atau vibrasi kesucian Pura dengan menambahkan Panca Datu atau lima unsur logam utama, yaitu emas, permata, tembaga, besi, dan perunggu pada Tri Lingga Pura. Umumnya Karya Numpuk Pedagingan dilakukan setiap 30 tahun sekali dan Karya Ngenteg Linggih pertama Pura Kertajaya dilaksanakan tanggal 14 Oktober 1989 atau 34 tahun yang lalu. 

Upacara Pujawali ke-60 dan Karya Numpuk Pedagingan Pura Agung Kertajaya mengambil tingkatan Dewa dewi untuk Sanggar Pesaksi/Agung/Surya, Pulo Pangambian, Pulo Gembal, Sekar Taman dan Bebangkit Tungguh Gayah Utuh untuk Lahapan/Pasambiangan  serta Caru Manca Kelud melalui upacar Mapepada dengan mengorbankan 10 jenis binatang berupa kambing, asu blangbungkem, angsa putih, bebek belang kalung, bebek bulu sikep, ayam putih, ayam merah, ayam putih siungan, ayam hitam dan ayam berumbun.       

Rangkaian Upacara Pujawali ke-60 dan Numpuk Pedagingan sebenarnya sudah dimulai pada Upacara Pujawali ke-59 dimana pada saat nyineb telah dilakukan nasarin dan pralina Palinggih dan kemudian menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa pada turus lumbung untuk sementara waktu menunggu selesainya renovasi Pura. Mendekati puncak Upacara Pujawali, dilakukan rangkaian upacara yang dimulai dari Nuwasen Karya, Matur Piuning, Bakti Sosial dan Donor Darah, Negtegang Karya, Mapepada pada H-2, Macaru, menanam Panca Datu, Malinggihang Ida Betara, Santi Puja dan puncaknya Upacara Pujawali pada tanggal 16 September 2023.  

Pada hari puncak, setelah banten Pujawali dihaturkan, umat Hindu yang tergabung dalam Majapahid dan Sunda Wiwitan menghaturkan banten sehingga lengkaplah perpaduan tiga banten dari tiga area yang berbeda, yaitu Bali, Jawa dan Sunda. Upacara puncak Pujawali ke-60 Pura Agung Kertajaya juga dihadiri oleh Ketua PHDI Pusat, Ketua PHDI Provinsi Banten, Ketua PHDI Kota dan Kabupaten Tangerang serta Pembimas Hindu Provinsi Banten dan DKI Jakarta. Apresiasi setingginya diberikan kepada Ketua Panitia Pujawali Bapak Ketut Jono berikut segenap panitia renovasi pembangunan Pura Kertajaya yang telah berhasil menyelesaikan pembangunan tepat pada waktunya.     

Kebahagiaan umat Hindu di kota Tangerang menjadi lengkap dengan adanya suguhan tarian Bali dan juga lawak oleh Clekontong Mas yang berhasil mengocok perut para penonton dengan humor dan atraksi lucunya.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *